Senin, 20 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan penyusunan data dan informasi perpustakaan sekolah pada dua satuan pendidikan, yaitu SD Negeri 3 Padangbulia dan SD Negeri 3 Ambengan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemetaan kondisi riil pengelolaan perpustakaan sekolah sekaligus identifikasi penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Kunjungan pertama di SD Negeri 3 Padangbulia, Berdasarkan hasil koordinasi dan peninjauan lapangan, diketahui bahwa sekolah saat ini belum memiliki gedung maupun ruang perpustakaan khusus sebagai sarana layanan literasi. Meskipun demikian, sekolah telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menumbuhkan budaya baca melalui penerapan inovasi literasi harian, yaitu kegiatan membaca yang dilaksanakan secara rutin oleh siswa sebelum memasuki proses pembelajaran di kelas. Praktik sederhana namun konsisten ini menjadi langkah strategis dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Sementara itu, di SD Negeri 3 Ambengan, koordinasi dilakukan bersama Kepala Sekolah, Made Ketu Raja disampaikan, kondisi yang relatif serupa, yaitu belum tersedianya ruang perpustakaan khusus sebagai fasilitas layanan literasi sekolah. Namun demikian, sekolah telah melakukan langkah inovatif melalui pembentukan tim literasi yang melibatkan unsur guru dan murid secara kolaboratif.
Secara keseluruhan, meskipun kedua sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana fisik perpustakaan, berbagai inisiatif literasi yang telah dilaksanakan menunjukkan adanya komitmen nyata dalam membangun budaya baca sebagai fondasi peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik.