Upaya meningkatkan kualitas layanan perpustakaan terus dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng. Melalui Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Budaya Baca, kegiatan Pembinaan Perpustakaan Sekolah kembali dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan bagi perpustakaan sekolah dan desa agar mampu berfungsi optimal sebagai pusat literasi masyarakat.
Pada Senin (26/01), pembinaan menyasar Perpustakaan SD N 2 Unggahan, SMP N 2 Seririt, serta Perpustakaan Desa Unggahan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi kondisi perpustakaan, tetapi juga ruang dialog untuk memetakan capaian, tantangan, dan langkah penguatan yang perlu dilakukan ke depan utamanya menyangkut persiapan lomba perpustakaan yang segara bergulir tahun ini.
Hasil pembinaan menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah telah memiliki fondasi yang cukup baik, ditandai dengan status akreditasi serta kepemilikan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Sementara itu, Perpustakaan Desa Unggahan masih dalam tahap penguatan kelembagaan, khususnya terkait akreditasi, meskipun secara administratif telah memiliki NPP.
Dari sisi sumber daya manusia, baik perpustakaan sekolah maupun desa telah memiliki pengelola perpustakaan yang kompeten dan pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan kepustakawanan. Hal ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pengelolaan perpustakaan yang profesional dan berkelanjutan.
Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek teknis yang perlu ditingkatkan. Proses klasifikasi koleksi buku masih berjalan dan membutuhkan pendampingan lanjutan agar penataan koleksi dapat sesuai dengan standar perpustakaan. Di sisi lain, upaya administrasi telah menunjukkan perkembangan positif dengan tersedianya buku inventaris, buku anggota, buku pengunjung, serta buku peminjaman sebagai bagian dari tata kelola perpustakaan.
Secara keseluruhan, pembinaan ini mencerminkan komitmen DAPD Kabupaten Buleleng dalam memperkuat ekosistem literasi melalui perpustakaan sekolah dan desa. Dengan pendampingan yang konsisten, diharapkan perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga ruang belajar yang hidup dan bermanfaat bagi peserta didik serta masyarakat luas.